Strategi Membangun Reseller yang Loyal dan Menghasilkan (3)

Bismillah,
Menginjak Modul 3 Anda bisa cooling down
setelah di modul 2 Saya bikin Anda mumet
untuk mikirin sistem, hehe…

Tapi percaya lah, kalau akad, rules, sistem, dan
product knowledge sudah Anda siapkan sejak
awal, reseller tidak akan ‘tersesat’ karena
sudah Anda arahkan sejak awal

Tugas Anda tinggal memastikan semua
informasi di dalam akad terdelivery dengan
baik ke seluruh reseller

Nah, selanjutnya kita akan menyiapkan yang
gak kalah penting juga

Di Modul 3 ini kita akan bahas :

1. KURIKULUM PEMBINAAN RESELLER
2. MEDIA PEMBINAAN RESELLER
3. KATEGORI RESELLER

Sudah siap?

Dulu Saya juga sempat jadi reseller di beberapa
supplier, mulai dari produk fashion perempuan,
produk fashion olahraga, produk kerajinan
tangan

Dari beberapa supplier di atas hampir
semuanya sama, TIDAK ADA PEMBINAAN

Setelah Saya simpulkan, mungkin ada
beberapa faktor yang membuat mereka tidak
mengadakan pembinaan

1. Tidak paham kalau reseller harus dibina
2. Tidak tau cara membina reseller
3. Tidak ada waktu
4. Tidak punya tim untuk membina
5. Belum siap

Kenapa pembinaan itu penting?
Kembali lagi, goal kita rekrut reseller agar
omset bisnis kita meningkat dengan adanya
bantuan reseller

Maka sudah jadi kewajiban kita untuk
mengarahkan reseller bagaimana cara jualan
produk kita
Ketika orang join menjadi reseller, mayoritas
begini kondisi mereka :
– Masih gaptek
– Belum bisa jualan
– Belum paham dengan produk kita
– Fasilitas dan dana masih terbatas
– Tidak punya database
– Tidak paham online marketing
– Manajemen waktu yang masih belum
teratur
– Masih jadi karyawan
– Dan masih banyak lagi

Dengan adanya pembinaan, Anda bisa
membantu menyelesaikan masalah-masalah
di atas dan reseller bisa maksimal berjualan

1. KURIKULUM RESELLER

Seperti ketika Anda beli handphone, laptop,
motor, mobil, pasti ada “Manual Book” sebagai
panduan menggunakannya

Nah, di awal yang harus Anda siapkan adalah
Kurikulum Pembinaan sebagai panduan
reseller berjualan

Kurikulum ini bisa Anda berikan dalam bentuk
fisik berupa buku, atau cukup Anda buat dalam
bentuk PDF

Materi apa saja yang harus ada di dalam
kurikulum reseller?

Tentu semua materi yang bisa mendukung
reseller agar bisa maksimal dan optimal dalam
berjualan produk-produk Anda

Saya bantu buatkan list nya, Anda bisa pilih
mana yang paling dibutuhkan dan segera buat
materinya

Materi Kurikulum Reseller :

– Mindset
– Facebook Marketing Organik
– Facebook Ads
– Instagram Marketing
– List Building
– Create Leads Magnet
– Copywriting
– Covert Selling
– Teknik Closing
– Teknik Follow Up
– SEO
– Whatsapp Marketing
– Telegram Marketing
– Email Marketing
– Funneling
– Marketplace
– Story Telling
– Customer Relationship Management
– Youtube Marketing

Saya rasa materi di atas sudah cukup, tinggal
Anda pilih mana yang menurut Anda paling
dibutuhkan oleh reseller Anda
2. MEDIA PEMBINAAN RESELLER

Agar Anda bisa intens dengan reseller Anda,
diperlukan media yang tepat untuk
berkomunikasi dengan reseller

Media ini bukan hanya dipakai untuk sekedar
chit-chat dengan reseller tapi juga untuk
menyampaikan informasi lainnya yang
berkaitan dengan reseller

Ada 3 kanal media yang bisa Anda pakai
sebagai media pembinaan

1. Grup Telegram / Grup Whatsapp

Anda bisa pilih salah satu saja, mana yang mau
dipakai grup Telegram atau grup Whatsapp

Keduanya punya kelebihan dan kekurangan
masing-masing

Grup Telegram bisa menampung lebih banyak
member, sedangkan grup Whatsapp dibatasi
hanya 256 member saja
Ketika orang baru join Grup Telegram, dia
masih bisa scroll chat di atasnya, sedangkan di
Whatsapp tidak bisa

Media yang dikirim lewat grup Telegram tidak
langsung tersimpan di memori internal,
sedangkan di grup Whatsapp langsung masuk
memori internal (kecuali sudah disetting
terlebih dahulu)

Keunggulan Whatsapp lebih banyak
penggunanya dibanding Telegram

Anda bisa pilih salah satu media saja, atau
testing mana yang paling mudah diakses oleh
reseller

Fungsikan grup Telegram / grup Whatsapp
sebagai media CHIT-CHAT

2. CHANNEL TELEGRAM

Seperti yang Saya sampaikan di atas, grup
hanya dipakai sebagai media chit-chat saja
Kenapa?
Karena kalau Anda gunakan grup untuk
sampaikan informasi penting cenderung akan
terlewat oleh reseller karena chat nya akan
tenggelam

Jadi saran Saya gunakan juga channel
Telegram untuk menyampaikan informasi
penting seperti
– Produk Baru
– Program Baru
– Sistem Baru
– Kontes
– Kuis
– Pengumuman Leaderboard
– Dll
Di Telegram juga ada fasilitas untuk Polling &
Vote yang bisa Anda gunakan jika diperlukan

Gunakan channel Telegram untuk posting
INFORMASI
3. GRUP FACEBOOK

Kalau sebelumnya Anda sudah buat grup
Facebook sebagai member area reseller, grup
Facebook juga bisa Anda optimalkan sebagai
media untuk sharing

Sharing masuk dalam program pembinaan
reseller (yang nanti Saya bahas di modul 4)

Lewat grup Facebook, Anda bisa gunakan fitur
LIVE FACEBOOK untuk Anda sharing di grup
dan reseller bisa menyimaknya langsung

Saya sering pakai cara ini dan sangat efektif
untuk menyampaikan informasi atau materi
sharing edukasi untuk reseller

Anda tinggal buat program dan jadwal
sharingnya di grup Facebook

Gunakan grup Facebook sebagai media
SHARING

Oke,
Sekarang Anda sudah paham media apa saja
yang bisa Anda gunakan untuk pembinaan
reseller

Selanjutnya yang perlu Anda tahu, ketika nanti
Anda rekrut reseller, tidak semua reseller akan
menjadi seperti yang Anda harapkan

Kalau Anda berharap ketika sudah punya
reseller, mereka bisa aktif, loyal, dan terus
menghasilkan
Saya katakan dari sekarang, hanya akan ada
sekitar 20% – 30% saja reseller yang akan
aktif

Kenapa bisa begitu?
Karena orang yang join menjadi reseller Anda
alasannya berbeda-beda

Ada yang memang ingin serius menambah
penghasilan lewat jalur menjadi reseller, ada
juga alasan lainnya yang sudah pernah Saya
bahas di modul 1

So, ada 4 kategori reseller yang perlu Anda
tahu

1. Reseller Aktif Menghasilkan
2. Reseller Aktif Tidak Menghasilkan
3. Reseller Tidak Aktif Menghasilkan
4. Reseller Tidak Aktif Tidak Menghasilkan

Menurut Anda kategori nomor berapa yang
paling Anda harapkan?

Gak perlu dijawab, Saya sudah tahu
jawabannya, hehe…

Dengan kita tau data ini, kita bisa
mengkategorikan mereka dan buat grup khusus
per kategori. Jangan disatukan dalam 1 grup ya,
sekali lagi Saya ulangi JANGAN SATUKAN
DALAM 1 GRUP.

“Lho, kenapa Mas? Bukannya lebih mudah
kalau dibuat 1 grup aja semua reseller?”

Gini, kalau misal Anda punya tim, ada yang
perform dan berkontribusi menghasilkan
omset buat Anda, dan ada juga tim yang udah
gak perform eh gak menghasilkan apa-apa
pula, kira-kira apa Anda bakal ngasih perhatian
ke semuanya? Enggak kan? Pasti Anda bakal
support pol-polan tim Anda yang emang
perform dan ada kontribusi.

1. Reseller Aktif dan Menghasilkan

Di grup ini tentu Anda akal mudah hafal siapa
saja nama-nama reseller yang ada, karena
selain mereka memang aktif, mereka juga
penyumbang omset yang besar untuk bisnis
Anda.

Jadi spesialkan grup ini, selalu kasih
pembinaan yang lengkap kepada mereka, kasih
motivasi setiap hari agar performa penjualan
mereka terus semakin meningkat.

Jarang ragu untuk sering-sering memberi
reward untuk reseller-reseller top yang sering
masuk leaderboard.
Anda bisa menamai grup Telegram untuk
reseller ini dengan nama “SUPERTEAM A”.

2. Reseller Aktif tapi kurang
menghasilkan

Kira-kira apa yang harus Anda lakukan di grup
ini? Yup, seringlah tanyakan kendala mereka
kenapa masih belum menghasilkan. Sama
seperti grup “SuperTeam A”, support grup ini
dengan pembinaan yang bagus.

Pelajari apa Hot Button masing-masing reseller
di grup ini, dan hadirkan problem solve atas
kendala-kendala yang dialami oleh mereka.

Anda bisa menamai grup Telegram untuk
reseller ini dengan nama “SUPERTEAM B”.

3. Reseller Kurang Aktif Tapi
Menghasilkan

Mau gak mau kita harus terima kalau di reseller
memang ada pola seperti ini, ada kategori
reseller yang memang suka-suka dia mau aktif
jualan kapan.

Kita ga bisa mengontrol mereka, tapi bisa jadi
saat mereka memang benar-benar niat jualan,
penjualan dari mereka hasilnya pun lumayan
besar.
Gimana cara memperlakukan mereka? Seringsering untuk keep touch dengan mereka, japri
dan tanyakan apa kesibukannya lainnya diluar
jadi reseller kita, atau ada kendala yang
membuat mereka kurang aktif.

Anda bisa menamai grup Telegram untuk
reseller ini dengan nama “SUPERTEAM C”.

4. Reseller Tidak Aktif

Yah, ini memang kategori reseller yang tidak
kita harapkan, pasti nanti bakal ada di bisnis
Anda.

Kita gak perlu terlalu fokus terhadap mereka,
asalkan di awal kita udah ngasih support full
tapi mereka tetep gak aktif, ya sudah fokus saja
ke reseller-reseller yang aktif, atau Anda bisa
buka pendaftaran reseller lagi. Tapi tidak
menutup kemungkinan juga mereka akan aktif
nantinya.

Anda bisa menamai grup Telegram untuk
reseller ini dengan nama “SUPERTEAM D”.

Anda bisa menamai grup reseller sesuka Anda,
tapi pastikan nama grup nya mempunyai
filosofi positif agar performa dan hasil dari
reseller pun positif

Oke,
Kita sudah di penghujung modul 4, sudah Saya
sampaikan apa yang perlu Anda lakukan agar
bisa memberikan pembinaan untuk reseller
Anda

TUGAS ANDA SEKARANG

Sudah baca semua materi di modul 3 ini ya?
Semoga ada gambaran dan ilmu yang bisa
segera Anda actionkan

Tugasnya ini WAJIB Anda kerjakan, dan
kumpulkan besok sebelum Modul 4 dibagikan
ya

1. Mulai list materi apa saja yang dibutuhkan
oleh reseller, dan buatkan materinya dalam
kurikulum

2. Tentukan media apa saja yang akan Anda
gunakan untuk pembinaan reseller dan siapkan
rules untuk masing-masing media

3. Buat grup sesuai kategori reseller

Itu saja tugas yang harus Anda kerjakan
Sampai jumpa lagi di grup Whatsapp untuk
diskusi lanjutannya ya

SELAMAT ACTION !

 

Lanjut Baca MODUL 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *